ABOUT ME

Perjalan pengabdianku sebagai Pamong Praja berawal di kampus perjuangan STPDN (Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri) Jatinangor Bandung yang kini menjadi IPDN (Institut Pemerintahan Dalam Negeri). Setelah lulus SMA tahun 1989 aku memilih melanjutkan pendidikanku di STPDN Jatinangor Bandung yang merupakan penyatuan APDN dari berbagai Daerah. Sebelum disatukan di kampus STPDN Jatinangor Bandung, aku sebagai angkatan pertama sempat menjalani pendidikan di APDN Malang selama satu tahun.

Mahasiswa STPDN angkatan pertama berjumlah 472 orang. Perkuliahan di STPDN terdiri dari 3 komponen, yaitu pengajaran yang merupakan pengembangan intelektual bobotnya 40 %, pelatihan keterampilan teknis bobotnya 30 %, dan pengasuhan yang merupakan pengembangan integritas personal bobotnya 30 %. Setelah lulus STPDN tahun 1992, seharusnya para lulusannya pun bisa langsung bekerja di lembaga pemerintahan. Namun tidak bagi kami lulusan STPDN angkatan pertama yang lulus tahun 1992. Kami harus mengikuti wajib militer (Wamil) di Pusat Persenjataan Infanteri (Pussenif). Setelah selesai kami memperoleh pangkat Letda (Letnan Dua) atau setara dengan golongan IIIA.  Selama dua tahun kami menjalankan tugas di militer, ada yang di Koramil, Kodim, Korem, juga di kesatuan TNI lainnya. Saat bertugas sebagai perwira dengan pangkat Letnan Dua di Korem Garuda Bandar Lampung inilah aku bertemu dengan istriku tercinta.

Setelah mengabdi dua tahun di militer kami kembali lagi ke sipil. Wamil hanya diikuti oleh lulusan angkatan pertama, yang merupakan kebijakan Mendagri Rudini pada saat itu. Selanjutnya kami kembali ke sipil (Depdagri), aku ditarik kembali ke propinsi Jawa Tengah dan di tempatkan di Kabupaten Magelang bersama 2 teman seangkatan Imam Bashori dan Jayadi Imam Nugroho (temanku yang sama-sama bertugas di Lampung saat Wamil). Awal penugasan pertama sebagai staf di Kecamatan Secang, untuk melanjutkan S1 belum diijinkan karena harus 2 tahun mengabdi dulu baru diijinkan melanjutkan pendidikan. Setelah 2 tahun aku mengajukan tugas belajar di FISIP UNDIP. Menjelang akhir tugas belajar di UNDIP, aku menikah 22 Juni 1997 di Jakarta. Anak pertamaku lahir 23 Mei 1998. Berkat dukungan moril dan materi dari Bapak dan Ibu serta motivasi dari istri tercinta aku lulus S1 tahun 1998. Kemudian kembali bertugas di Kabupaten Magelang sebagai staf di Bagian Tata Pemerintahan.

Pada tahun 1999 aku dilantik sebagai Sekcam dan ditugaskan di Kecamatan Windusari selama hampir 2 tahun. Selanjutnya alih tugas sebagai Kasi Pemerintahan di Kecamatan Secang selama 2 tahun. Kemudian alih tugas lagi di kecamatan Tempuran sebagai Sekcam selama 4 tahun. Ketika bertugas di kecamatan Tempuran inilah aku melanjutkan Studi di Program Pascasarjana UNDIP Program Studi Administrasi Publik dan lulus tahun 2006. Selanjutnya tahun 2009 aku kembali dimutasi sebagai Sekcam di kecamatan Muntilan yang kemudian di lantik sebagai Camat Ngablak tahun 2010. Setelah hampir 2 tahun menjadi kepala wilayah kecamatan Ngablak, selanjutnya mutasi di Kecamatan Borobudur. Baru bertugas selama 10 bulan di Kecamatan Borobudur, aku kembali diberi amanah bertugas di Kecamatan Muntilan.

Mulai 27 September 2014 aku diberi amanah sebagai Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Daerah  SETDA. Semoga aku bisa menjalankan amanah ini dengan baik dan Allah senantiasa Melindungiku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: