DUSUN PONALAN DAN PONGGOL TELAH BERDAMAI

Berakhir sudah, konflik dua dusun di Desa Tamanagung, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang. Warga Dusun Ponggol dan Ponalan yang sudah sepekan ini ‘bersitegang’, akhirnya berdamai. Ketegangan kedua dusun ini, sebelumnya dipicu tewasnya Sigit Prasetyo (19) warga Ponggol akibat ditusuk Arif alias Penyu (22) warga Ponalan, usai pementasan organ tunggal memperingati HUT RI di Dusun Ponalan Sabtu (24/08/2013) lalu.

Perdamaian itu ditandai dengan penandatangan ikrar damai oleh perwakilan kedua dusun dan perwakilan dari keluarga korban disaksikan Camat Muntilan dan Muspika Kecamatan Muntilan di Balai Desa Tamanagung, Jumat (30/08/2013). Sebelumnya, kedua pihak dipertemukan dengan difasilitasi Pemerintah Desa Tamanagung. Ada beberapa butir kesepakatan yang ditandai kedua pihak tersebut Diantaranya, warga Ponggol menerima permitaan maaf warga Ponalan yang diwakili Kepala Dusun, Wiwis Miyati dan Isnarto (tokoh masyarakat). Selain itu, warga Ponalan akan membantu dan tidak akan mempersulit pihak kepolisian dalam menangani perkara pembunuhan tersebut.Warga ponggol dan perwakilan keluarga, menerima permintaan maaf dari warga Ponalan. Namun wargaponggol meminta agar  warga Ponalan membantu pihak kepolisian dalam memperoses hukum warganya yang terlibat. Mereka harus membantu Polisi dengan menyerahkan warganya yang terlibat,” kata Akbar Khabbibi, Kapala Dusun didampingi Nurul Yudha, tokoh pemuda Dusun Ponggol.

Meskipun sempat diberitakan dalam media cetak maupun elektronik bahwa ada sekelompok orang tiba-tiba menyerang dengan merusak rumah-rumah warga Dusun Ponalan pada hari Minggu malam. Namun pada hari Selasa (27/8) situasi dan kondisi kantibmas di Dusun Ponalan berangsur-angsur normal. Hal itu terlihat dari aktivitas masyarakatnya yang mulai pulih. Meski demikian, aparat kepolisian dan TNI tetap disiagakan di dusun tersebut, sebagai langkah antisipasi.

Iwan Sutiarso,S.Sos.,M.Si. Camat Muntilan mengatakan, kehidupan warga sudah terlihat mulai normal lagi. Banyak warga yang sudah mulai bekerja kembali seperti biasanya. ”Tak ada yang perlu dikhawatirkan lagi oleh warga,  situasi kamtibmas di wilayah ini sudah berangsur normal. Warga yang mengungsi juga bisa pulang kembali,” tutur Iwan.

Kejadian kerusuhan yang terjadi pada Minggu lalu itu adalah kejadian yang pertama dan harapannya tidak akan terulang kembali. Selama ini warga Muntilan dapat menjaga kerukunan antar warga. Salah satunya dengan mengadakan acara halalbihalal.  ”Karakter warga Muntilan itu sejatinya tidak suka berbuat onar. Insiden kemarin itu memang ada sebabnya, tapi saat ini sudah bisa diselesaikan ditandai dengan penandatangan ikrar damai oleh perwakilan kedua dusun di Balai Desa Tamanagung, Jumat (30/08/2013).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: